“sebaik-baik umat ku adalah pada
masaku, kemudian orang-orang setelah mereka, lalu orang orang setelah mereka”
(shahih al-buqori, no 3650)
Generasi
sahabat yang pernah hidup bersama nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam adalah
generasi terbaik dari umat islam.. tapi tau ga sob.. !? dari sekian banyak
sahabat hanya ada 10 orang saja yang di khususkan yang di jamin bisa masuk
syurga ma di tambah para sahabat yang ikut perang badar..
“Dari Abdurrahman bin ‘Auf, dia berkata: Rasulullah Salallahu
Alaihi Wasalam bersabda:
Abu Bakr di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di
surga, Az Zubair di surga, Abdurrahman bin ‘Auf di surga, Sa’d di surga, Sa’id
di surga, dan Abu Ubaidah ibnul Jarrah di surga” (HR At Tirmidzi (3747),
hadits shahih.)
“Alloh mengabarkan tentang ahli Badar beramallah kalian
sekehendakmu sesungguhnya Aku telah mengampuni kalian.” (HR. Muslim)
Sekarang
coba kita muhasabah diri sob.. amal ibadah apa yang bisa menjamin kita
bakalan masuk syurga!!?? Padahal para sahabat aja yang jelas2 amal
ibadahnya ngga bisa kita samain aja kaya gitu !! yah entah lah aku juga ngga
tau..
Wahai tuhan..aku sebetulnya tidak layak masuk syurgamu.
Tapi.. aku juga tidak sanggup menahan amuk nerakamu.
Karena itu mohon terima taubatku dan ampukan dosaku.
Sesungguhnya engkau maha pengampun dosa-dosa besar.
Dosa-dosaku bagaikan bilangan butir pasir.
Maka berilah ampun ya tuhanku yang maha agung.
Setiap hari umurku terus berkurang
Sedang dosaku terus menggunung.
Bagaimana aku menanggungkannya
Wahai tuhan, hambamu yang penuh dosa ini
Dating bersimpuh kepadamu
Mengakui segala dosaku
Mengadu dan memohon kepadamu
Kalau engkau mengampuni itu karena
Engkau sajalah yang bisa mengampuni
Tapi jika engkau tolak, kepada siapa lagi kami memohon
Ampunan selain kepadamu?
Mungkin
syair2 abu nawas ini bisa mewakili apa yg kita fikirkan….
Sob..
ada sebuah kisah menarik yang aku ambil dari buku “Haakadza.. tahaddasas salaf”
yang di tulis “Dr. Muathafa Abdul Wahid” dan di terjemahkan menjadi
“potret kehidupan hidup para salaf” oleh “AT-TIBYAN”
Diriwayatkan oleh sufyan at-tsauri rahimahullah bahwa abu
dzar radhiyallahu anhu berdiri di sisi ka’bah seraya berkata: “wahai
manusia, saya adalah Jundad Al-ghifari sahabat Rosullah Salallahu Alaihi
Wasalam, kemarilah kalian untuk menemui saudara kalian yang menasehati dengan
penuh kasih sayang. “bukankah kalian tahu kalau salah satu di antara kalian
ingin bepergian maka dia akan mempersiapkan bekal yang layak baginya dan
menyampaikan ke tempat yang ia tuju??”
Mereka
menjawab: “Benar, memang harusnya demikian wahai Abu Dzar.”
Abu Dzar berkata: “Jika demikian, maka ketahuilah bahwa perjalanan
di hari kiamat lebih jauh dari apa yang kalian tuju di dunia ini, maka ambilah
bekal yang dapat menyelamatkan kalian.”
Mereka
berkata: “Apakah bekal yang layak kami persiapkan untuk perjalanan tersebut wahai
sahabat Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam??” Beliau menjawab:
“Berhajilah kalian untuk menghadapi urusan yang agung, saumlah kalian di hari
yang panas untuk menghadapi lamanya berdiri di padang Mahsyar dan shalatlah
kalian dua rakaat dikegelapan malam karena kubur itu menakutkan.” Mereka
berkata: “Semoga Allah membalas kebaikan mu wahai Abu Dzar, tambahkanlah
nasehat anda untuk kami.”
Lalu
beliau menambahkan: “berkatalah dengan ucapan yang baik dan jangan tanggapi
ucapan yang buruk untuk menghadapi saat berdiri dipadang Mahsyar, bersedekahlah
dengan hartamu agar kalian selamat dari kesusahan di hari itu.”
Mereka
berkata: “alangkah bagusnya nasehat anda wahai sahabat Rosulullah, teruskanlah
nasehat ini!” Beliau melanjutkan: ”jadikanlah dunia ini sebagai majlis untuk
dua hal, majlis untuk untuk memburu akhirat dan majlis untuk memburu yang
halal. Adapun yang ketiga, akan mendatangkan kemadharatan dan tiada memberikan
manfaat bagimu. Jadikan harta milikmu menjadi dua bagian. Bagian pertama sebagai
nafkah yang halal bagi keluargamu dan bagian kedua untuk bekal akheratmu,
selain itu akan mendatangkan madzarat bagimu dan tidak akan memberikan manfaat
padamu.”Wahai manusia bisa jadi rasa tamak dapat membunuhmu sedangkan kamu
takmampu mencegahnya.”
Ya..
meski amalan kita tidak sebandin dengan apa yang telah di amalkan oleh para
sahabat mudah-mudahan apa yang telah di nasehatkan oleh Abu Dzar radhiyallahu
anhu bisa memberi pencerahan pada kita semua dan sesungguhnya Allah tidak akan
menanyakan hasil, tapi sejauh apa usaha yang telah kita lakukan… *WALLAHU
A’LAM
0 komentar:
Posting Komentar